Minggu, 04 April 2010

Living Together


Hampir dari kita semua pernah mendengar kata-kata diatas.
Tapi bedanya disini kita sering menyebutnya 'Kumpul Kebo'

Ya, living together or as we can say kumpul kebo di negeri kita tercinta Indonesia ini.
Sesuatu yang mungkin masih tabu buat beberapa kalangan, tapi sudah lazim dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat kita. Suka atau tidak, mereka ada dan akan selalu ada disekitar kita.

It suddenly came out my mind to write this down because i heard it directly from the person who did this.
Yup, one of my friend did this.

Awalnya sih sempet gak percaya dia sampai begini. Entah itu apapun alasan nya, tapi saya, yang selama ini kenal dia begitu lama, cukup shock mendengarnya.

Saya bukan mau membahas lebih dalam tentang teman saya ini. Terlalu tidak etis membicarakan orang di dalam blog seperti ini. Namun saya hanya ingin mengambil garis besar tentang apa yang terjadi terhadap beberapa alasan yang saya tahu tentang mengapa hal ini bisa terjadi.

First thing to think, kok bisa yaa mereka (pasangan) yang belum diikat perjanjian suci (baca: nikah) hidup satu atap seperti itu?
Mungkin saya yang terlalu naif atau apa, tapi saya sendiri heran kok bisa-bisa nya begitu????

Ada beberapa alasan menurut saya mengapa hal itu bisa terjadi :

  1. Faktor ekonomi. Yaa bisa dilihat sendiri kondisi masyarakat kita, hampir sekitar 40% penduduk Indonesia berada dibawah garis kemiskinan. Biaya menikah yang terlalu mahal bagi mereka menjadi alasan untuk tinggal seatap ini. Saya bisa memaklumi jika itu memang yang menjadi alasan. Tapi apa alasan ini berlaku untuk orang yang berpenghasilan besar? Apa mungkin UANG yang menjadi alasan kalangan orang-orang kaya itu tinggal bersama???
  2. Kenyamanan. Banyak pasangan merasa nyaman ketika mereka berada di dekat pasangan nya tersebut, sehingga mereka memutuskan untuk tinggal bersama.
  3. Niat. Just like bang Napi said '...... bukan hanya karena ada kesempatan, tapi juga karena niat.....'. Yup, beberapa pasangan mungkin semenjak awal mereka memulai suatu hubungan sudah berpikir untuk tinggal bersama, dengan kata lain niat. Komitmen dari pasangan nya itu yang meyakinkan mereka bahwa mereka bisa hidup bersama tanpa ikatan pernikahan dan bisa baik-baik saja.
  4. Love. Seperti kata satu kutipan 'Love is Blind'. Membuat hal yang tak mungkin menjadi mungkin, tiada menjadi ada, tidak logis menjadi logis. Mereka menjadikan kata tersebut untuk menjadi dasar apa yang mereka lakukan, dalam hal ini tinggal bersama.
  5. Dan Lain-lain.


Terlepas dari beberapa alasan yang menurut saya menyebabkan seseorang memilih tinggal bersama. Saya pribadi tidak menjadikan hal ini sesuatu yang harus saya benci ataupun suka.
Biarkan mereka hidup dengan jalan pilihan mereka masing-masing. Tinggal bersama ataupun nikah sirih dll.
Dan dengan risiko yang mereka sendiri sudah mengetahuinya.

Selama itu tidak mengganggu saya, menurut saya itu sah-sah saja, meskipun ada beberapa yang bertentangan dengan norma agama yang saya anut dan percaya.


Semoga saya, ia, mereka, anda semua yang membaca posting ini dapat menafsirkan tentang hal ini dari berbagai sudut pandang kehidupan. Dan semoga tidak menyinggung perasaan.

2 komentar:

  1. Asooy dahh pepenk udah punya new post by him self.hahahaha..
    great job, bradaa..

    BalasHapus
  2. widih pepeenk...
    follow gw penk
    http://monz-freedumb.blogspot.com/
    okay!

    BalasHapus